Skip to main content

Posts

Showing posts with the label education

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

PEDOMAN BIDIKMISI 2017

                   Setiap warga Negara Republik Indonesia berhak mendapatkan pengajaran. Hak setiap warga Negara tersebut telah dicantumkan dalam Pasal 31 (1) Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu setiap peserta didik pada satuan pendidikan berhak mendapatkan bantuan biaya pendidikan bagi mereka yang memiliki potensi akademik baik dan tidak mampu secara ekonomi serta berhak mendapatkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi.          Peningkatan pemerataan akses jenjang perguruan tinggi sampai saat ini masih merupakan masalah di negar...

Madrasah Idaman?

MADRASAH harapan menuju kesuksesan             Kita harus ingat tujuan utama dari kita berSekolah yakni menuntut ilmu. Terkadang idaman segelintir orang adalah bisa masuk MADRASAH yang ternama. Menurut saya, MADRASAH ternama sekalipun belum bisa di katakan MADRASAH idaman. Idaman kita semua dari berSekolah tentulah menjadi orang sukses dikemudian hari. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses. Jadi, menurut saya, MADRASAH idaman itu ialah MADRASAH yang mampu mengasah dan membentuk siswanya dalam sebuah proses yang diminati dan dipahami agar menjadi siswa yang siap untuk menjalani masa depannya. Untuk menciptakan MADRASAH idaman dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, salah satunya adalah guru. Guru tak hanya terampil dalam mengajar mata pelajarannya tetapi juga harus bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi para siswanya agar para siswa semangat dalam belajar dan juga mengajarkan nilai moral dan etika, tidak hanya menuntut siswa dengan nilai sedangkan...

method of arabic introduction

            More and more Muslim parents in the west are now voicing their desire to give their kids a quality Arabic education; something they themselves didn’t have. I am one such parent. I want my kids to have sound knowledge of the language so that there is no language barrier between themselves and their Book, the sunnah of their prophet and their own prayers. Islamic schools all over the country are doing their best to address the issue of Arabic studies. Having visited nearly fifty of them, I’ve come to some conclusions about how things are and how they should be in this area of study for our full time and weekend/ after school institutions. This series will be an attempt to organize these thoughts in a coherent and hopefully beneficial fashion. In the spirit of pragmatism, expect no radical changes at your local Islamic school because of these articles. It is my hope that at the very least (a) this will serve as food for thought at the local level i...

What is Islam's view about education, science and technology?

What is Islam's view about education, science and technology?               The framework of Islamic thought represents a comprehensive view of life and the universe.  A Muslim is therefore required to acquire both religious and worldly knowledge.  In fact, Islam advocated knowledge at a time when the whole world was engulfed in ignorance.  In a matter of years the early generation of Muslims became a learned and refined people, for Islam had awakened in them the faculty of intellect.  Those early Muslims understood from the teachings of their religion that useful knowledge is necessary for the benefit of the self and of humanity.  Hence, they pursued it to such a degree that they surpassed other nations in development and productivity and carried the torch of civilization for many centuries. Muslim history abounds with examples of scientific and cultural ingenuity.  Muslims inherited the knowledge of the nations that came...

The Differences Between School in Indonesia, Europe and Australia

The Differences Between School in Indonesia, Europe and Australia          Surabaya- This is my officially first working day whereby my internship at this organization – Tunas Hijau – dealing with environmental matters got under its way. The first school to target any potential findings and problems was the SMP 5 Surabaya, a junior high school. The obvious differences between educational systems in Europe and Australia and the one in Indonesia are easy to notice at first sight. Right from the beginning of my tour I was heading to the Garden section, students study the aspects of nature without any textbooks and the entire Nature lecturing is structured as it goes. This area also lacks necessary aspects of safety ranging from not maintained pathways and the like. When it comes to classrooms, they are not always equipped with pertinent equipment that is deemed as indispensable in western countries such as over head projectors and basic visual and audio equipment i...

Kemenag Gelar Raker dengan Komisi VIII DPR RI

Bahas Alokasi Anggaran 2017, Kemenag Gelar Raker dengan Komisi VIII DPR RI Jakarta (Pinmas) Kementerian Agama dan sejumlah Kementerian/ Lembaga menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI membahas penyempurnaan Alokasi Anggaran Tahun 2017 Menurut Fungsi dan Program Kegiatan Sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPR RI. Raker digelar di Ruang Rapat Komisi VIII DPR RI, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (20/7). Hadir dalam Raker tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama sejumlah pejabat eselon I dan II Kemenag. Selain Menag, Raker tersebut dihadiri Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Sesmen PP dan PA Wahyu Hartomo, dan sejumlah Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher bersama Wakil Ketua Komisi, Deding Ishak dan Iskan Qolba Lubis. Mengacu kebijakan Presiden RI, anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan p...