Skip to main content

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

Positif internet bagi anak

            Tersedianya aneka macam teknologi atau gadget ikut mendukung. Selama ini, kita tahu bahwa pengaruh internet secara negatif pada perkembangan anak cukup banyak, mulai dari kecanduan hingga paparan pornografi. Namun, tidak adil rasanya jika tidak membahas pengaruh internet dari segi positif terhadap perkembangan anak, meski pada akhirnya kita sebagai orang tua harus tetap mengawasi penggunaannya. Berikut beberapa pengaruh internet secara positif pada anak.



1. Anak Menjadi Lebih Luwes dalam Bersosialisasi 
sudah tidak diragukan bahwa media sosial membuat kita dapat bertemu dengan banyak orang, baik dalam jarak dekat maupun jauh, baik teman lama maupun baru. Salah satu pengaruh internet yang positif adalah membuat anak dapat menemukan teman sekaligus lingkungan baru baginya. Nantinya, hal tersebut juga memengaruhi cara anak berinteraksi di lingkungan nyata. Mungkin kewalahan juga, ya, jika melihat anak mulai gemar bermain mengarungi media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, dan lain-lain. Namun, niat mereka dalam membuat akun biasanya hanya untuk sekadar ikut-ikutan atau main-main, bukan seperti orang dewasa yang bertujuan mencari partner atau menemukan teman-teman lama. Oleh karena itu, kita tidak perlu terlalu khawatir dan tetap memperhatikan dengan siapa saja anak berinteraksi. Hal ini untuk memperkecil kekhawatiran kita akan bahaya kejahatan cyber, seperti human traficking atau pornografi via Internet. Tinggal bagaimana orang tuanya yang mampu membawanya untuk bisa bersosialisasi dengan teman-temannya di dunia nyata.

2. Anak Dapat Mengerjakan Tugas-Tugas Sekolah dengan Lebih Cepat

Salah satu fungsi internet lainnya adalah sebagai sumber informasi yang cukup cepat dan ter-update. Lewat internet, kita dapat mencari sumber berita dari dalam maupun luar negeri. Tidak heran internet pun menjadi referensi pencarian selain buku bagi anak dalam mengerjakan tugas sekolah. Dengan hanya mengetikan kata kunci di kolom Googlea, dalam hitungan detik anak akan mendapatkan referensi atau sumber. Selama anak tidak sekadar menjiplak atau dibatasi kreativitasnya, kenapa tidak memberi mereka akses untuk internet. Untuk itu, bimbingan orang tua dalam memberikan pencerdasan dalam menggunakan internet sangat diperlukan.

3. Anak Belajar Menggunakan Teknologi yang Kian Berkembang

Bukan sekadar karena takut dicap gagap teknologi alias “gaptek” atau ketinggalan zaman. Internet berguna dalam mengasah keahlian anak dalam mengenal dan menggunakan teknologi yang kian hari kian berkembang. Tidak jarang justru anak dan generasi muda lebih piawai menggunakan teknologi tertentu daripada generasi sebelumnya. Pengaruh internet yang satu ini dapat berguna ketika anak juga mengenalkan teknologi kepada orang tuanya tersebut, lo.

4. Anak Menjadi Lebih Multitasking dan Berlatih Sabar

Disadari atau tidak, ketika sedang berselancar di dunia maya, kita maupun anak-anak kerap melakukan beberapa hal bersamaan, misal membuka beberapa tab browser sambil mengerjakan tugas. Saraf motorik akan lebih terlatih ketika anak dengan cepat mengklik beberapa tab, menelitinya, menutupnya kembali, lalu menyalin dan menempel beberapa teks saja. Bahkan, sambil membuka internet, kadang anak masih sempat mendengarkan musik atau belarian ke dapur untuk mengambil makanan dan minuman, ya. Berlatih sabar akan dilakukan anak ketika menunggu data demi data muncul, atau dikenal dengan istilah loading (atau bahkan buffering).

Internet ternyata memang memiliki beberapa pengaruh positif, ya. Namun, lagi-lagi semua perlu diimbangi dengan pengawasan dan pembatasan. Pengawasan terhadap apa saja yang mereka akses dan pembatasan untuk lama penggunaan agar segala dampak negatif dapat diminimalisasi. Jangan sampai Internet menjadi penghalang atas interaksi anak dengan lingkungan nyata, terutama keluarga. Mari menjadi orang tua yang pintar dan bijak dalam dunia dengan teknologi yang semakin berkembang.

Comments

Popular posts from this blog

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC K13

Kriteria 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru- siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhan...

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

HOT IN DISSCUSS