Skip to main content

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

Lomba Cerpen Terbaru 2017

Lomba Cerpen Terbaru 2017: Semarak Santri Nusantara CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga



Lomba Cerpen Terbaru 2017: Semarak Santri Nusantara CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga - Pada kesempatan ini Berbagi Info Lomba Menulis akan membagikan informasi lomba menulis terbaru untuk kalian yang suka membuat cerpen. Simak infonya ya :)

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Community of Santri Scholar Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA), CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga mempersembahkan rangkaian acara Semarak Santri Nusantara (SERSANTARA). Rangkaian acara ini antara lain yaitu Sima’an Akbar, Rihlah Alamiah, Sarasehan, Festival Qur’ani dan Banjari, dll.

Departemen Jurnalistik dan Redaksi SARUNG (Suara Rumput Ilalang) CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga mempersembahkan “LOMBA CERPEN SANTRI NASIONAL” bagi seluruh santri di penjuru Indonesia.

Nama Lomba: Lomba Cerpen Terbaru 2017: Semarak Santri Nusantara CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga
Lomba Cerpen Terbaru 2017: Semarak Santri Nusantara CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga

Deadline: 25 Jaunari 2017

Kategori: Santri

Ketentuan Peserta:

Peserta adalah Santri mukim di Pondok Pesantren di seluruh Indonesia.
Usia peserta 15-20 tahun dibuktikan dengan Kartu Tanda Santri dari Pondok Pesantren masing-masing.
Berteman dengan akun Facebook Lomba Cerpen Santri Nasional.

Jangan mau ketinggalan untuk mengirim tulisanmu karena Horison online siap menerima tulisan

Ketentuan Naskah:

Panjang cerpen 1500-2500 kata.
Tema bebas namun cerpen karya peserta harus bernuansa kepesantrenan.
Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang literer (indah, menarik, mengalir) serta komunikatif. 
Diperbolehkan menggunakan bahasa gaul dan bahasa daerah/asing dalam segmen dialog para tokohnya (jika diperlukan dan sesuai dengan tema)
Naskah yang dilombakan harus asli (bukan saduran atau plagiat) dan belum pernah dipublikasikan serta tidak sedang dikirimkan ke media manapun. 
Naskah yang dikirimkan tidak diperkenankan sedang berpartisipasi atau telah memenangkan penghargaan dalam kompetisi serupa ditempat lain.
Tidak mengandung unsur SARA.
Semua cerpen yang dikirim akan menjadi hak milik dari panitia.

Ketentuan Penulisan:

Judul Cerpen Times New Roman dengan Font 18 Bold
Isi Cerpen Times New Roman dengan Font 12
Ukuran kertas A4 dengan Spasi 1,5
Margin : Top : 3, Right : 3, Bottom : 3, Left : 4
baca juga: lomba mmenulis artikel berhadiah paket wisata


Ketentuan Pengiriman:
a. Naskah cerpen dikirim dalam bentuk soft file (format PDF) ke E-mail redaksisarung@gmail.com
b. Subjek e-mail: LCSN_Judul cerpen_Nama Peserta_Asal Pesantren
c. Dikirim dalam lampiran e-mail (attachment file);
>>Lampiran 1: Naskah cerpen;
>>Lampiran 2: Data diri peserta (sertakan nama dan alamat Pondok pesantren);
>>Lampiran 3: Scan Kartu Tanda Santri dari Pondok Pesantren masing-masing.
d. Pengiriman menggunakan e-mail pribadi peserta dan tidak dapat diwakilkan.

Hadiah dan Penghargaan:

Juara I : Sertifikat + Buku terbit + Uang Pembinaan 
Juara II : Sertifikat + Buku terbit + Uang Pembinaan 
Juara III : Sertifikat + Buku terbit + Uang Pembinaan 

20 Karya terbaik akan dibukukan dalam Antologi Cerpen “Jendela Pesantren”
Peserta yang karyanya dimuat dalam buku mendapat Sertifikat + Buku terbit.

>>Pengumuman dilaksanakan dalam acara puncak “Semarak Santri Nusantara (SERSANTARA)”CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 25 Februari 2017.

ikuti Seleksi Emerging Writers Indonesia : Ubud Writers

Contact Person :
FB : Lomba Cerpen Santri Nasional
Mela : 085726143157
Rayhan : 085868825820 (wa+line)

Untuk informasi lomba menulis gratis lainnya hanya ada di Berbagi Info Lomba Menulis

Semoga jadi juaranya :)

Comments

Popular posts from this blog

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC K13

Kriteria 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru- siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhan...

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

HOT IN DISSCUSS