Skip to main content

Al Umm Madrosatul Ulaa

                    Ganti menteri ganti kurikulum” begitu kira-kira adagium yang melekat dalam benak masyarakat ketika dihadapkan dengan pergantian menteri, khususnya menteri pendidikan. Kurang lebih sudah lima bulan Anies Baswedan lengser dari jabatannya (27 Juli 2016) sebagai Mendikbud yang kemudian digantikan dengan Muhajir Effendy, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.  Bukan tanpa alasan jika mendikbud baru menggagas sistem FDS. Menurutnya, penerapan sistem FDS diharapkan bisa membangun karakter siswa dengan memberikan program tambahan di sekolah. Ketika orangtua sibuk dengan pekerjaanya, alangkah baiknya anak berada di sekolah dibawah bimbingan guru, dari pada sendiri di rumah sangat riskan bagi pertumbuhan sikap dan perilaku anak. Anak tanpa pengawasan orangtua cenderung liar dan mudah berperilaku negatif. Begitu kira-kira pandanganMuhajir Efendy dengan FDS-nya...

Kepastian K13 Madrasah diterima Hari ini Awink Abi Senin, Januari 05, 2015




Kepastian K13 Madrasah diterima Hari ini
Awink Abi Senin, Januari 05, 2015
Sesuai dengan wacana Penerapan K13 Madrasah hanya untuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab yang dikemukakan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (Dirjen Pendis Kemenag) beberapa waktu lalu, hari ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi telah menerima Salinan Keputusan Menteri Agama (KMA) No.207 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) 2006 dan Kurikulum 2013 (K13)

read more
Dalam KMA yang terdiri dari delapan pasal itu disebutkan bahwa kurikulum 2013 telah ditetapkan secara resmi untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang meliputi Aqidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Al-Quran-Hadits dan Fiqih ditambah pendidikan Bahasa Arab untuk semua tingkatan, mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah (MA/MAK) (pasal tiga)
Sementara untuk mata pelajaran umum kembali kepada KTSP 2006 sesuai dengan Peraturan Mendikbud No.160 tahun 2014 (pasal dua), kecuali madrasah-madrasah yang telah mendapatkan pendampingan K13 (pasal lima). Dikarenakan madrasah-madrasah di Kabupaten Kuantan Singingi belum ada yang mendapatkan pendampingan, berarti untuk semester kedua tahun pelajaran 2014/2015, semua menerapkan dual krukulum, yakni KTSP 2006 untuk mapel umum dan K13 untuk mapel PAI dan Bahasa Arab.
Lebih lanjut dalam KMA tersebut juga dijelaskan bahwa pihak-pihak pelaksana pendidikan, termasuk Kepala Madrasah, guru, tenaga kependidikan dan pengawas akan diberikan pelatihan Kurikulum 2013 (pasal enam). Tentang petunjuk pelaksanaan peraturan menteri ini akan dirinci lebih lanjut dalam Peraturan dirjen Pendidikan Islam (pasal tujuh).
Demikian termuat dalam KMA yang ditandatangi pada tanggal 31 Desember 2014 sebagai tanggal pemberlakuannya (Pasal delapan)

Comments

Popular posts from this blog

KONSEP PENDEKATAN SCIENTIFIC K13

Kriteria 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru- siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhan...

JUARA 2 KSM MATEMATIKA TINGKAT KECAMATAN, DI GEMPOL KURUNG 31 MARET 2016

Format Supervisi Pendidikan Bidang Akademik KTSP dan K-13

Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengem- bangkan kemampuan profesionalismenya. Format Supervisi Akademik KTSP dan K-13 - Glickman (1981), mendefinisikan supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran.   Sementara itu,  Daresh (1989) menyebutkan bahwa supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Secara bahasa, kata supervisi berasal dari bahasa Inggris supervision yang berarti pengawasan (Tim, 2001 a : 84). Kata ini berasal dari dua kata super dan vision yang berarti melihat dengan teliti pekerjaan secara keseluruhan (Thaib, 2005 : 2). Sedang menurut istilah, peng...